.: RISALAH ISLAM :.

Kamis, 30 Oktober 2008

PERDA Pendidikan Al Qur'an di Sekolah

Perda Al Qur'an di Sekolah Akan Diberlakukan di Sulsel

Gunawan Mashar - detikcom

Makassar - Pendidikan baca Al Qur'an
akan menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah-sekolah formal di Sulsel.
Pasalnya, kini DPRD Sulsel telah menyetujui pemberlakuan Perda ini
pada rapat Paripuna DPRD Sulsel yang digelar Selasa 18 April.

Dengan pemberlakuan ini, berarti tiap sekolah di Sulsel wajib memasukkan
pendidikan Al Qur'an dalam mata pelajaran muatan lokal.


"Kecuali sekolah yang didominasi oleh siswa yang tidak beragama Islam. Namun,
siswa Islam yang sekolah di sekolah dominan non Islam, musti mengikuti
pendidikan Al Qur'an lewat jalur informal," tutur Anas Genda, anggota Pansus
Ranperda Pendidikan Al Qur'an, DPRD Sulsel ketika ditemui detikcom di Gedung
DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Rabu (19/04/2006).

Dalam Perda ini, diatur 3 jalur Pendidikan Al Qur'an yang diajarkan kepada
siswa.


Jalur pertama adalah lewat pendidikan formal. "Setiap sekolah yang
dominan Islam, wajib mengajarkan pendidikan Al Qur'an," ucap Anas.

Jalur kedua yakni melalui pendidkan informal, yaitu pengajaran
mengaji di rumah. "Informal ini melalui orangtua. Misalnya ia mengajar
anaknya mengaji. Tapi ini berlaku bagi anak yang sekolah di sekolah yang
banyak muridnya beragama non Islam," terang Anas.

Jalur ketiga yakni jalur nonformal. Jalur ini berupa Tempat
Pendidikan Al Qur'an (TPA) dan sejenisnya. Khusus jalur informal dan
nonformal pemberlakukannya lebih lanjut akan diatur dalam peraturan
gubernur
.

Peserta Didik Bersertifikat

Dengan adanya Perda ini, setiap siswa yang telah lulus mata pelajaran ini
akan diberi sertifikat. "Nah pemberian sertifikat untuk jalur informal dan
nonformal yang akan diatur lebih detail oleh peraturan gubernur agar
sertifikatnya tidak asal kasih. Juga agar tenaga pengajarnya tidak
sembarangan lebih lanjut akan ditentukan bagaimana kualifikasinya," beber
Anas.

"Pada jalur informal, akan ditentukan syaratnya sehingga si anak yang diajar
secara informal ini layak mendapat sertifikat," kata Anas, yang juga wakil
ketua Komisi E DPRD Sulsel.(nrl)

***************

Sudah seharusnya Peranan Pemerintah untuk mempersiapkan Generasi Bangsa yang
cerdas tangguh berakhlak Qur'ani dan siap menghadapi zaman....

Jika generasi akan datang rusak, memble, susah diajak/tidak mau memberantas
Kemaksiatan malahan jadi Aktor maksiat jadi koruptor jadi maling jadi
pemerkosa & jadi jadian....

Jangan menyalahkan Medianya yg begini.. pornografi..majalah Playboy...Playgirl..PlayGame..PlayPlay?

(karna generasinya belum siap dan dari pade ancur tambah ancurrr lagi lebih
baik digebukin aje....apa boleh buat disalahin juga)

Tapi kenapa tidak dipersiapkan sejak dini ?

Yaitu Generasi yg cerdas berakhlak tangguh dan siap menghadapi perubahan
zaman dan bahkan mampu merubah zaman .....(insya Allah...)

Kata Prof.Quraish Shihab yg suka baca qur'an dan menghapal qur'an insya
Allah daya Ingatnya tinggi gak bakalan PIKUN....itung-itung nambahin IQ...

Apalagi sekarang yg kesurupan anak sekolahan melulu....nah lhooooo... upss...jadi malu nich.... bingung berat bingung berat
selamat ya! selamat ya!

PEMDA mana lagi yg nyusul... ?

Tidak ada komentar: