.: RISALAH ISLAM :.

Kamis, 30 Oktober 2008

Artikel Al-Qur'an

Dasar-dasar untuk Memahami Al-Quran


Artikel berikut ini merupakan ringkasan dari kitab Mafaatiihu Li at-Ta’ammuli ma’al Qur’aan. Mudah-mudahan semakin menggugah semangat kita untuk mempelajari, memahami, menghafalkan, dan mengamalkan Al-Quran.

Memahami Al-Quran hukumnya adalah wajib berdasarkan ayat berikut:

"
Maka mengapakah mereka tidak mau mentadabburi al-Qur'an? Apakah karena hati mereka terkunci mati?" (QS 47:24)
Ada beberapa tahapan agar kita mampu untuk memahami dan mampu berinteraksi dengan Al-Quran.


BILA AL-QURAN MULAI BEBICARA


1. Belajar Al Qur'an Strategis Siapkan Generasi Qur'ani,

belajar Al Qur'an sejak dini atau sejak bayi
dalam kandungan memiliki nilai strategis menyiapkan generasi Qur'ani dimasa mendatang. "Generasi Qur'ani yang telah dibentengi dengan Al Qur'an itu diharapkan mampu menyelamatkan peradaban dunia dimasa mendatang," Diharapkan dengan upaya tersebut, anak-anak di Indonesia terutama di daerah ini tidak ikut-ikutan larut dalam sikap yang negatif


2. Anak Cerdas dan Bermutu Jika Diajarkan Al Qur'an

Pembelajaran Al Qur'an sejak dini itu, kata Mustofa yang merintis sekolah bayi itu menyebutkan, pengaruhnya selain terhadap anak, juga terhadap ibu, bapak dan seluruh lingkungan tempat tinggalnya.Dia menjelaskan, ayat-ayat Al Qur'an yang diajarkan kepada anak sejak dini atau sejak bayi masih dalam kandungan itu akan mampu
merangsang syaraf otak, telinga dan mata sehingga mereka akan mudah belajar Al Qur'an.


3. Cara Sahabat Berinteraksi dengan Alquran

"Generasi pertama terangkat kemuliaannya karena menempatkan Alquran di atas segala-galanya. Sedangkan generasi sekarang jatuh kemuliaannya karena menempatkan Alquran di bawah nafsu dan kehendak dirinya". (Dr Muhammad Al Ghazali)
Sebuah peristiwa menakjubkan terlihat saat turunnya ayat yang melarang meminum khamr (minuman keras).
Tanpa banyak tanya, para sahabat membuang dan menumpahkan botol-botol khamr yang mereka miliki selama-lamanya. Padahal kebiasaan tersebut sudah berurat dan berakar dalam kesehariannya.


4. MEMBUMIKAN AL-QURAN Perlu Political Will Penguasa

Dasarnya adalah pengetahuan, pemahaman, cara berpikir, pengendalian jiwa dan tingkah laku, serta penerapan peraturan syariah yang bersumber dari al-Quran. Pemerintah dan rakyat sama sama membaca, mempelajari, menghayati, dan mengamalkan al-Quran. Pusat pikiran dan peradaban manusia adalah al-Quran, wahyu Allah Yang Mahatahu, Pencipta manusia dan seluruh alam semesta. Nilai manusia ditimbang berdasarkan penguasaannya atas alQuran. Perputaran roda kehidupan masyarakat pun berporos pada al-Quran. Risalah langit itu benar-benar membumi.


5. SIKAP KELIRU KAUM MUSLIM TERHADAP AL-QUR’AN

Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya Allah akan mengangkat derjat suatu kaum dengan al-Qur'an ini dan dengannya pula Allah menjatuhkan kaum yang lain. (HR Muslim).Namun, akhir-akhir ini peran al-Quran terasa berkurang keberkahannya- Apa yang digambarkan oleh hadis di atas tidak kelihatan. Umat Islam menjadi umat yang lemah dan dihinakan oleh kaum-kaum lain. Lalu dalam kondisi yang bagaimana al-Quran dapat 'menguatkan' kembali kaum Muslim?Beberapa Sikap Keliru Terhadap alQuran : 1. Diperingati turunnya, tetapi diabaikan isinya..


6. MEMBIASAKAN ANAK "HIDUP BERSAMA" AL-QUR'AN

Sejak kapan al-Quran sebaiknya diajarkan pada anak? Tentu sedini mungkin. Semakin dini semakin baik. Akan sangat bagus jika sejak anak dalam kandungan seolah-olah calon anak kita itu sudah terbiasa "hidup bersama" al-Quran; yakni ketika sang ibu yang mengandungnya, rajin membaca al-Quran.Masa anak-anak adalah masa meniru dan memiliki daya ingat yang luar biasa. Orangtua harus menggunakan kesempatan ini dengan baik jika tidak ingin menyesal kehilangan masa emas (golden age) pada anak.


Tidak ada komentar: