.: RISALAH ISLAM :.

Jumat, 31 Oktober 2008

Gerakan Islam Wajib Bersatu

Kewajiban Syariat

Kesatuan (bukan penyatuan) gerakan Islam adalah sesuatu yang mutlak. Salah satu prinsip Islam ini merupakan kewajiban syar'i. Hujjahnya antara lain:

1. Kesatuan kaum muslimin adalah wajib
Allah berfirman:
"Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhan-mu, maka sembahlah Aku." (Al-Anbiya: 92)

"Dan sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhan-mu, maka bertakwalah kepada-Ku." (Al-Muminun: 52)

Rasulullah SAW juga bersabda:

"Perumpamaan orang-orang beriman dalam rasa saling mencintai, menyayangi dan simpatinya adalah bagaikan satu tubuh. Bila salah satu anggotanya merasa sakit maka anggota-anggota tubuh lainnya mengeluh tidak dapat tidur dan merasa demam." (HR. Ahmad dan Muslim)

2. Perintah untuk bersatu adalah wajib dan larangan untuk berselisih adalah haram

Allah swt. Berfirman:

"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat." (Ali Imran: 105)

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. " (Al-An'am: 159)

Rasulullah SAW juga bersabda:

"Barangsiapa yang memisahkan, maka tidak termasuk golongan kami." (HR. Thabrani)

3. Komitmen terhadap satu jamaah dan bukan kepada banyak jamaah adalah hal prinsip dalam Islam

Rasulullah SAW bersabda,

"Kelak akan ada bencana demi bencana. Maka barangsiapa yang mencerai-beraikan urusan umat ini, padahal ia menyatu, maka bunuhlah ia dengan pedang, siapapun dirinya."

"Jamaah (persatuan) adalah rahmat dan perpecahan adalah siksa." (kitab Zawaidul Mustaad)

"Tangan Allah itu diatas jamaah." (HR. Tirmidzi)
Pada hamisy (catatan kaki) buku Al-Jami'Ash-Shaghir karangan Imam Suyuthi terdapat ta'liq (komentar) terhadap hadits di atas, yaitu:

"Tangan Allah di atas jamaah, maksudnya: penjagaan, pengawasan, dan pemeliharaan Allah. Mereka semua dalam perlindungan Allah. 'Tangan Allah' ialah kekuatan-Nya."

Tuntutan Realitas

Di samping wajib secara syariat, kesatuan gerakan Islam juga merupakan tuntutan realitas dan peradaban. Hal ini mengingat beberapa faktor, yakni:

1. Sesungguhnya reformasi Islam yang didambakan menghendaki bersatunya seluruh kekuatan Islam untuk meniti jalan yang sama dan di atas khitah yang sama.
Bercerai-berainya kekuatan tersebut serta tidak adanya persatuan diantaranya akan memperlambat, bahkan menghentikan proses reformasi Islam yang akibatnya akan membuat semua kekuatan jahiliyah terus mengendalikan kaum muslimin, baik sumber daya manusia maupun wilayahnya. Reformasi Islam adalah pekerjaan yang berat. Menjauhkan kekuatan-kekuatan jahiliyah dari pos-posnya bukan hal yang mudah. Mewujudkan kepemimpinan Islam terhadap masyarakat (meliputi pemikiran, perilaku dan undang-undangnya) menghendaki adanya kesatuan dalam satu bingkai, bukan sekadar penyesuaian.

2. Konspirasi internasional terhadap Islam dan harakah Islamiyah mengharuskan adanya persatuan. Negara-negara Barat terhimpun dalam NATO, Eropa menjalin kerja sama dalam wadah MEE, negara-negara Sosialis terhimpun dalam kesepakatan Pershova dan bangsa Yahudi berhimpun dibawah naungan Organisasi Zionisme Internasional.

Bila kekuatan-kekuatan internasional yang memusuhi Islam dan melakukan konspirasi jahat terhadap dunia Islam telah menjalin kerja sama dan menyatukan front, maka tidakkah seharusnya kekuatan-kekuatan Islam di dunia Islam harus bersatu agar tidak menjadi santapan empuk mereka?
Front-front tersebut tidak pernah berhenti mempelajari, mengintai, merencanakan dan menyiapkan diri di segala penjuru dunia. Apakah patut bagi kekuatan-kekuatan Islam bila terus bercerai-berai dan berselisih? Bukankah lebih baik mereka menghindari segala hal yang dapat mencegah dan menghalangi terciptanya persatuan?

Sesungguhnya musuh sedang mengintai seluruh kekuatan Islam. Karena itu semua pihak dituntut untuk bersikap tegas kepada hawa nafsu, jujur kepada Allah, menghindari ananiyah (egoisme), fanatisme dan cinta pribadi.
Sumber : Luruskan Shaf, Bahaya Mengancam

Tidak ada komentar: