TAUSIYAH (AUDIO)
GEMA NUSA - Sambutan AA Gym
Segala puja dan puji hanyalah pemilik penggenggam alam semesta. Dialah Allah yang Maha Gagah, Maha Kuasa atas segala-galanya.
Alhamdulillah, kita ditakdirkan menjadi salah seorang anak bangsa di negeri Indonesia yang kita cintai ini.
Namun sudah kita rasakan bersama pilu, getir, dan terhinanya diri buah dari merosotnya moral di negeri ini. Jikalau politikus tidak berakhlak baik, bermoral rusak maka jadilah suasana perpolitikan menjadi suasana yang memalukan dan memilukan. Jikalau para pelaku ekonomi tidak memiliki moral yang benar maka jadilah kelicikan demi kelicikan merusak tatanan ekonomi bangsa ini. Begitupun bila birokrat tidak memiliki komitmen moral yang baik, jadilah Negara ini menjadi sarang koruptor yang amat mencemarkan dan memalukan.
Saudaraku..yang lebih memilukan lagi kepekaan masyarakat kian berkurang seakan kebal tidak begitu peduli terhadap apa yang terjadi. Padahal kepekaan dan kepedulian adalah awal dari kemampuan seseorang berbuat. Dan berbuat adalah awal dari berjuang, sedangkan berjuang itulah yang akan membuat seseorang atau kita lepas dari himpitan malapetaka ini.
Adapun yang peka dan peduli benar-benar memiliki kesulitan untuk berbuat sesuatu. Entah kemana kita harus menyampaikan aspirasi. Bahkan terkadang kita cemas kebaikan dan kebenaran yang ingin kita tegakkan berbalik menjadi boomerang yang menghantam diri kita sendiri. Itulah sebabnya masyarakat hanya bisa geram dihati tanpa sanggup melakukan lebih banyak. Adapun yang betul-betul sudah geram sehingga melakukan tindakan-tindakan mengatasi masalah tersendiri yang ternyata terkadang malah bisa menambah masalah baru.
Saudaraku sekalian lemahnya kontrol moral dari masyarakat ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. VCD porno merajalela, majalah-majalah, komik-komik untuk anak-anak yang betul-betul rusak disebarkan luaskan, tayangan-tayangan yang tidak memiliki harga diri dimana-mana merebak. Kita seakan tidak berdaya, jutaan guru menangis, puluhan juta ibu dan bapak merintih.
Saudaraku sekalian kita harus berusaha melakukan sesuatu.
Lahirnya GEMA NUSA, Gerakan Membangun Nurani Bangsa adalah salah satu wujud kerinduan kita agar bangsa ini bisa bangkit penuh kehormatan, penuh martabat.
Gerakan ini bukan gerakan politik, bukan gerakan untuk merebut atau mendapat kekuasaan, bukan gerakan superman untuk menyelesaikan segala permasalahan seketika.
Gema Nusa adalah gerakan yang bercirikan SMS.
Pertama, S-nya adalah dilakukan oleh para sukarelawan. Mengapa ???, Kita tahu bangsa ini merdeka dahulu kala karena banyak pejuang yang dengan sukarela menafkahkan tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawanya.
Sesulit apapun penjajahan, kita bisa merdeka. Itulah buah dari para pejuang yang dengan sukarela tanpa pamrih. Sesudah merdeka barisan pekerja yang mengurus Negeri ini. Tetapi jikalau pekerja tersebut baik niscaya maju. Jikalau pekerja buruk niscaya akan mundur, dan hasilnya Negara kita berlimpah hutang boleh jadi karena kita belum bisa bekerja dengan benar dan diperparah dengan banyaknya pencuri di Negeri ini yang meraup harta rakyat, membinasakan asset masa depan ini untuk kepentingan pribadi.
Jadilah bangsa kita bangsa yang dililit hutang begitu besar. Bangsa ini tidak akan lolos dengan mengandalkan pekerja-pekerja yang hebat. Bangsa ini membutuhkan para pejuang sebagaimana zaman kemerdekaan dulu, yang mau peka, peduli, berbuat dan berjuang tanpa pamrih, panggilan hati nurani bahwa kerusakan ini harus kita selesaikan bersama dan menjadi tanggung jawab kita bersama.
Itulah sebabnya gerakan ini dilakukan oleh para sukarelawan yang tidak mengandalkan imbalan dalam bentuk apapun kecuali ridho dari Allah semata sebagai tanggung jawab kita terhadap Negeri dan terhadap generasi sesudah kita. Barisan sukarelawan inilah yang diharapkan bisa bergerak terus di Negeri ini dan menjadi sebuah tradisi bagaimana kehormatan tegak bukan dengan mendapatkan sesuatu tetapi dengan berjuang melakukan sesuatu yang terbaik dengan hati yang tulus. Inilah yang sangat penting dari gerakan ini : melahirkan generasi dan tradisi berjuang dengan sukarela untuk membangun Negeri ini.
Yang kedua cirinya adalah membantu gerakan ini bukan untuk menghakimi, bukan untuk menghukum tetapi melahirkan tradisi berkhidmat, membantu, melayani yang tidak tahu menjadi paham akan permasalahan di moral di Negeri ini, paham akan resiko, dan paham akan solusi. Gerakan ini membantu yang salah untuk menyadari kesalahannya dan membantu mereka bisa memperbaiki kesalahannya. Gerakan ini membantu yang kotor menjadi bersih, yang lalai bisa berubah menjadi bersungguh-sungguh. Ini adalah gerakan yang membuat para sukarelawan bertekad menafkahkan dirinya untuk membantu mengadakan perubahan bukan untuk menghakimi, bukan untuk menghukum tetapi membantu dengan cara-cara yang santun.
Inilah ciri yang ketiga, cara yang santun semangat bersaudara bukan semangat bermusuhan, semangat solusi, bukan semangat emosi dan semangat sukses bersama, bukan semangat ingin menang sendiri. Inilah yang mendasari kesantunan sikap kita. Kita tahu gerakan ini gerakan cultural, tidak semudah membalikkan tangan. Oleh karena itu kita harus memiliki nafas yang panjang, stamina yang kuat. Kita akan menjalani hari-hari yang terus menerus melakukan perubahan. Kita tidak tahu kapan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Tetapi cara-cara santun yang kita lakukan. Insya Allah akan menjadi nilai pelajaran yang mudah-mudahan menjadi pengingat dan menjadi hal yang dapat ditiru oleh generasi-generasi sesudah kita. Tidak dikenal cara-cara yang anarkis, tidak dikenal cara-cara yang tidak berakhlak karena kesantunan adalah kemenangan tersendiri.
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air. Para sukarelawan GEMA NUSA memiliki 3 syarat :
Bertekad untuk tidak menjadi beban dan sumber masalah bagi Negeri ini. Jangan biarkan diri kita hidup dan menjadi hina karena membebani, menjadi hina karena menjadi sumber masalah.
Berusaha menjadi suri tauladan sebagai warga yang baik. Sekecil apapun yang kita lakukan, kita harus belajar menjadi contoh kebaikan.
Akan peka, peduli untuk berbuat dan berjuang bersama-sama memperbaiki Negeri yang kita cintai ini.
Saudara-saudaraku sekalian, gerakan ini adalah gerakan nasional. Seluruh sukarelawan seketika juga menjadi ujung tombak perubahan moral bangsa.
Gerakan ini akan diawali dengan perbaikan seluruh sukarelawan karena tidak mungkin kita memperbaiki orang lain sebelum memperbaiki diri kita sendiri. Tidak bisa kita merubah orang lain sebelum kita bersungguh-sungguh merubah diri kita sendiri, 3M (mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai saat ini).
Selanjutnya seluruh sukarelawan harus memberikan perhatian penuh kepada keluarganya, agar nilai-nilai akhlak, moralitas, taat pada nilai agama menjadi nilai-nilai pondasi dalam keluarga, dan jadikan keluarga menjadi pangkalan lahirnya manusia-manusia yang bermoral tinggi, beretika, berakhlak, berkomitmen tinggi untuk memperbaiki bangsa ini.
Selanjutnya sukarelawan juga memiliki kepedulian terhadap lingkungannya dimanapun dia berada, disitulah hadir kebaikan, hadir kepekaan, kepedulian serta berbuat dan berjuang. Oleh karena itulah semoga dengan adanya perbaikan–perbaikan individu ini akan terjadi perbaikan keluarga. Perbaikan keluarga-keluarga akan terjadi perbaikan lingkungan. Perbaikan lingkungan mudah-mudahan membuat Negara ini berubah menjadi semakin baik.
Saudaraku sekalian bersiaplah menyingsingkan lengan. Mari kita nikmati hidup yang sekali-kalinya ini dengan penuh kehormatan menjadi pejuang tanpa pamrih kita mewariskan sesuatu yang terbaik dari hidup kita sebagai manusia, sebagai anak bangsa, sebagai hamba Allah SWT.
Selamat berjuang…Selamat bergabung,..selamat menikmati hidup penuh dengan nilai dan penuh harga diri dan semangat menikmati hidup yang penuh dengan kemuliaan dan tekad untuk pulang nanti. GEMA NUSA adalah wadah kita semua berkiprah membangun Negeri tercinta. Demikian semoga Allah meridhoi apa yang kita lakukan. (Aa Gym)
Pernahkan engkau merasakan keputus asaan dalam hidup? Kala menghadapi suatu masalah yang menurut diri kita tidak ada jalan keluarnya sehingga kematian dianggap sebagai solusi terbaik? Pernahkah terbersit dalam hatimu ingin mengakhiri hidupmu dengan bunuh diri? Atau berdoa kepada Allah untuk meminta dipercepat kematian kita? 'Audzubilahi mindzalik. Singkirkan pikiran itu!
Sebagai mukmin yang baik, janganlah berputus asa dengan masalah yang menimpa diri kita. Berusahalah, berdoalah, Allah pasti akan membantu kita untuk mendapatkan jalan keluarnya. Bacalah Al Qur'an, karena Al Qur'an adalah obat bagi hati yang sedang resah.
Allah subhanahu wata'ala berfirman: "Dan Kami turunkan dalam Al Qur'an ayat-ayat yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman... (QS Al Isra' (17) : 82)
JIka hati sedih dan gelisah, obatnya ada dalam Al Qur'an. Jika ada penyakit dalam hati kita, obatnya ada dalam Al Qur'an. Jika engkau sedang patah hati, obatnya ada dalam Al Qur'an. Jika merasakan seakan-akan dunia ini menghimpit dirimu, maka bacalah Al Qur'an! Karena Al Qur'an adalah penawar hati, pemberi ketenangan.
"Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri" (Qs An Nahl (16): 89)
Bacalah Al Qur'an, karena Al Qur'an adalah obat hati.
Biasakanlah membacanya setiap hari, merenungi maknanya, maka akan engkau peroleh ketentraman dan kesejukan dalam hati yang tidak bisa ditulis dengan kata-kata.
Suatu saat fitnah akan merebak. Kemudian Ali bin Abi Thalib ra. pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, apa jalan keluarnya?" Beliau bersabda: "Kitabullah (Al Qur'an) yang didalamnya terdapat berita tentang orang-orang yang terdahulu dan yang datang kemudian.
Dia (Al Qur'an) adalah hukum (penentu) di antara kalian.
Dialah pembeda, bukan main-main.
Barangsiapa menjauhinya (Al Qur'an) karena kesombongan, Allah akan menghancurkannya.
Siapa yang mencari-cari petunjuk dari selainnya, Allah akan menyesatkannya.
Dia (Al Qur'an) merupakan tali Allah yang sangat kokoh, dia merupakan peringatan yang bijaksana dan dia adalah jalan yang lurus. Dialah yang menjadikan hawa nafsu terkendali. Lisan tidak akan pernah ragu dengannya. Para ulama tidak akan merasa puas dengannya.
Dia tidak akan pernah membosankan meskipun diulang-ulang. Keajaiban-keajaibannya tidak akan pernah habis. Dialah yang membuatnya, para jin tidak kuat mendengarnya hingga mengatakan '... sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur'an yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang lurus, lalu kami pun beriman kepadanya...'
Siapa yang berbicara dengannya, ia akan berkata jujur dan benar, siapa yang mengamalkannya akan diberi pahala, siapa yang berhukum dengannnya akan berlaku adil, dan siapa yang mengajak orang kepadanya maka akan ditunjuki kepada jalan yang lurus" (HR At Tirmidzi)
Jangan remehkan Al Qur'an, didalamnya akan engkau temukan sesuatu yang menakjubkan.
Penawar hati, petunjuk, rahmat, penjelas, dan kabar gembira bagi orang yang tengah dirundung kesedihan dan kegelisahan. Sikap optimis akan engkau temukan juga setelah engkau baca Al Qur'an.

Mulai sekarang berusahalah mencintai Al Qur'an

dengan membacanya sebisa engkau lakukan.
Jangan jadikan Al Qur'an sekedar pajangan
di meja belajar atau di rak-rak buku kita.
Dia mampu menyelamatkan hidupmu,
mengeluarkan dirimu dari semua masalah yang menghimpit hari-harimu.
Cobalah, mulai detik ini juga!

Kesedihan di raut wajahmu akan berubah dengan senyum kebahagiaan...
Insya Allah!
sumber:
http://teplok.net/index.php?option=com_content&task=view&id=34&Itemid=2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar