AWAS !! BAHAYA PORNOGRAFI MENGANCAM ...!!!
Luar biasa sungguh bahaya yang mengepung kita dan anak-anak kita dari segala penjuru, dalam berbagai bentuk, mulai dari narkoba hingga pornografi. Satu atau dua dasawarsa lalu, seorang anak muda mesti pergi ke tempat-tempat tertentu untuk, misalnya, membeli buku porno. Sekarang, maksiat datang menyerbu kita dan anak-anak kita di mana saja,
Rubrik utama kita kali ini diisi beberapa artikel oleh Elly Risman, seorang psikolog terkemuka, dan timnya pada Yayasan Kita dan Buah Hati yang beberapa tahun terakhir ini meneliti can menemukan bukti betapa besarnya keterpaparan anakanak kita pada pornografi. Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dalam melindungi anak-anak can diri kita semua.
Apa Sih
Pornografi Itu?
Tak usahlah pergi ke toko buku besar di Jakarta untuk mencari majalah porno, tinggal berjalan ke arah kios dan lapak penjual koran dan tabloid di pasar terdekat kita sudah bisa menemukan beragam media cetak dengan gambar dan tulisan jorok. Lagu-lagu, film, sinetron, komik dan situs-situs porno dapat dengan mudah diakses anak-anak dan remaja yang tinggal di perkotaan.
Menurut Kejaksaan Agung Amerika tahun 1986, konsumen uta
ma pornografi (baik berupa majalah, internet, tabloid dll.) di Amerika adalah remaja laki-laki berusia 12 sampai 17 tahun. Tetapi, menurut penelitian para konselor remaja di Yayasan Kita dan Buah Hati, sebagian besar dari 1705 anak SD kelas 4,5 dan 6 di Jabotabek yang mereka teliti ternyata sudah bersinggungan dengan pornografi, dalam berbagai format dan lewat berbagai media!
Ketika ramai orang berdebat tentang perlu tidaknya diadakan undang-undang antipornografi bersliweranlah berbagai definisi pornografi yang terkesan longgar dan ketat sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan si pemberi definisi.
Salah satu situs internet Islam di Amerika Utara, www.soundvision.com, menjelaskan bahwa pornografi tidak hanya meliputi gambar atau tayangan yang hard core dan naked/nudity (ketelanjangan) tetapi juga orang yang berbusana tidak pantas/minim, situasi seksual, kissing, touching antar lawan/sejenis, dan humor porno. 
Menurut Family English Dictionary karya Collin, pornografi adalah tulisantulisan, gambar atau film yang didisain untuk keperluan kepuasan atau kesenangan seksual.
Di Barat, pornografi ternyata merupakan industri bernilai 12-13 milliar dollar USA per tahun, lebih dari gabungan industri Coca Cola dan Mc.Donnel Douglas(produsen pesawat terbang).
Website sebuah majalah porno paling terkenal dikabarkan menerima 4,7 juta kunjungan elekironik (hits) per hari! Lebih dari 30% situs di website dunia adalah pornogarfi.
Repotnya, kerusakan besar pada masyarakat yang disebabkan pornografi - seperti kekerasan seksual bahkan pada anak-anak dan kehancuran rumah tangga - bukan terjadi di Barat saja. Sekarang ini, dengan pertolongan teknologi informasi canggih seperti internet, televisi dan telepon satelit, Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim pun menjadi salah satu korban (sekaligus produsen) pornografi dalam skala besar. Misalnya saja, seorang anak SD yang mendapat tugas dari sekolah untuk menulis esei tentang serangga dan mencari informasi di internet, kemungkinan besar justru akan memperoleh pornografi. Ketika diketiknya "lalat" atau "nyamuk" pada search engine seperti Google atau Yahoo, muncul pulalah situssitus porno yang menggunakan nama-nama itu!
Beberapa tayanyan sinetron yang menjadi konsumsi remaja kita pun mengajari anak-anak kita untuk bereksperimen dengan pornografi dan perzinahan. Satu di antaranya diputar oleh SCTV yang salah satu adegannya memperlihatkan sekelompok remaja berseragam SMA yang bersama-sama menonton film porno lalu sepasang demi sepasang mereka masuk kamar untuk melampiaskan syahwat rnereka.
Beberapa film yang bikin geger di Indonesia, seperti Buruan Cium Gue atau Virgin, misalnya, memang dibuat berdasarkan filmfilm jorok dari Amerika yang mengumbar adegan perzinahan antara kakak dan adik tiri, murid dengan guru, atau dengan teman sejenis. Di film Virgin, misalnya, ada adegan seorang gadis yang menjual keperawanannya seharga Rp 10 juta kepada seorang laki-laki tua di kamar mandi sebuah mall hanya karena ingin membeli handphone berkamera!
Dengan demikian, jangan mengira bahwa karena kita tinggal di Indonesia maka anak-anak kita selamat dari bahaya pornografi. Beberapa statistik di bawah ini memang diperoleh di Barat, tapi bisa saja menjadi gambaran masyarakat kita sendiri.
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirirnu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperiniahkan." (QS At-Tahrim:6)
Nongkrong, nonton film, dan dugem? Bukan cuma itu. Inilah remaja Amerika dalam angka-angka nyata. Seberapa beda dengan remaja kita?
Remaja dalam Angka
Seks remaja
Secara nasional, lebih dari separuh remaja puteri perawan sampai usia 17 tahun. Di Amerika, 7 dari 10 wanita yang melakukan hubungan seksual sebelum berusia 14 tahun, dan 6 dari 10 wanita yang berhubungan seksual sebelum berusia 15 tahun, mengaku melakukan seks pertama kali karena dipaksa.
Secara nasional, 25% dari seluruh remaja puteri berusia 15 tahun dan kurang dari 30% remaja putera berusia 15 tahun mengaku telah berhubungan seks, dibandingkan dengan 66% remaja puteri berusia 18 year, dan 68% remaja putera berusia 18 tahun yang mengaku telah mengalami sexual intercourse.
Statistik kehamilan remaja
Secara nasional, hampir 1 juta remaja puteri di bawah usia 20 tahun hamil setiap tahun. Itu artinya ada hampir 2800 orang remaja puteri hamil setiap harinya.
Sekitar 4 dari 10 orang remaja puteri di Amerika hamil paling sedikit sekali sebelum berusia 20 tahun.
Setiap tahun, para pembayar pajak di Amerika harus menanggung biaya sebesar hampir 7 miilar dolar untuk mendanai kehidupan remaja yang sudah punya anak.
Statistik pemerkosaan remaja
Remaja (berusia antara 16-19 tahun) 3,5 kali lebih sering jadi korban perkosaan, usaha perkosaan, atau serangan seksual dibandingkan penduduk lain pada umumnya.
Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, 1 dari 2 korban perkosaan berusia di bawah 18 tahun, dan 1 dari 6 korban perkosaan berusia di bawah 12 tahun.
Sementara 9 dari 10 korban perkosaaan adalah wanita, pria dan remaja laki-laki juga menjadi korban kejahatan ini. Pada tahun 1995, sebanyak 32.130 pria berusia 12 keatas telah menjadi korban perkosaan, usaha perkosaan, atau serangan seksual.
Penyakit seksual menular di kalangan remaja
Di Amerika Serikat, 1 dari 4 remaja yang aktif secara seksual terinfeksi penyakit seksual menular setiap tahunnya. Beberapa penyakit seksual menular yang terbanyak adalah chlamydia, gonorrhea (raja singa), genital warts (juga disebut HPV - human papillomavirus), dan herpes.

Anak dan televisi
Lebih dari separuh (52%) anak berusia 5-17 tahun memiliki teve sendiri di kamar tidurnya. Di AS, waktu rata-rata TV menyala di rumah-rumah ialah 7 jam, 12 menit. Rata-rata waktu orang tua bercakap-cakap secara sungguhsungguh dengan anak-anak hanya 38,5 menit per minggu.
Statistik pornografi dan ketagihan seks
Di kalangan remaja yang ketagihan seks, usia rata-rata saat mereka pertama kali bersentuhan dengan pornografi (majalah, internet, dll.) adalah 11 tahun. Efek pornografi terhadap para ayah
Penelitian dan analisis membuktikan, bahwa para pria yang "membeli barang-barang pornografi" adalah mereka yang rendah kepuasannya atas perkawinan, keluarga, dan atas perannya sebagai ayah dibandingkan dengan mereka yang tidak membeli barang-barang sejenis itu.
Pornografi dan perceraian
Pada tahun 2003, dalam sebuah pertemuan Akademi Amerika untuk Para Pengacara Perkawinan, sebanyak 1/3 dari para pengacara perceraian yang hadir mengaku bahwa internet berperan penting dalam kasus-kasus perceraian, dan lebih dari separuh kasus itu melibatkan pornografi online. Pornografi hampir tidak berperan dalam kasus-kasus perceraian antar 7 sampai 8 cahun yang lalu.
(Divorcewizards.com http:// www.divorcewizards.com/ divorcestats-porn.html)
Pornografi dan serangan seksual
Riset yang dikumpulkan dalam beberapa puluh lahun terakhir menunjukkan, bahwa pornografi mendorong kekerasan seksual, termasuk perkosaan dan pelampiasan seksual terhadap anakanak. (Pornography Victims Compensation Act of 1992, U.S. Senate Comm. on the Judiciary) Para pelampias seks terhadap anak sering menggunakan pornografi untuk merangsang korbannya, untuk mengurangi perlawanan, dan juga sebagai petunjuk untuk langkah seksual selanjutnya.
Konsumen pornografi
Konsumen utama pornografi (baik berupa majalah, internet, tabloid dll.) adalah remaja laki-laki berusia 12 sampai 17 tahun. (Attorney General's Final Report on Pornography, 1986, pg. 258)
Efek pornografi pada hubungan seksual
Pornografi merusak perkembangan kepribadian yang alami. jka stimulus (pendorong) awal adalah foto-foto porno, remaja akan terkondisikan untuk terangsang dengan foto-foto. jika ini terjadi beberapa kali, besar kemungkinan akan menjadi permanen. Akibatnya, remaja tersebut akan tumbuh menjadi orang yang susah membangun hubungan yang normal dengan lawan jenis yang normal, tanpa pengaruh foto-foto porno.
Statistik tentang pornografi Internet
Terdapat sejumlah 4,2 juta situs Internet porno. Jumlah ini merupakan 12 persen dari jumlah seluruh situs internet di seluru dunia. Setiap hari, ada 68 juta permintaan mencari materi pornografi melalui mesin pencari Internet. Jumlah itu 25 persen dari seluruh pemintaan mencari di search engine.
Setiap hari rata-rata setiap pengguna internet menerima atau mengirim 4,5 e-mail porno.
Ada 100.000 situs internet yang menawarkan pornografi anak-anak secara ilegal.
Setiap tahun, ada 72 juta pengunjung di seluruh situs pornografi.
(Statistics by Family Safe Media http://www.familysafemedia.com/pornography-statistics.html)

Sampai bulan luli 2003, ada 260 juta halaman porno internet, sebuah kenaikan 1800% sejak 1998. Jumlah materi porno (baik berupa gambar, film, suara dll.) merupakan 7°I° dari 3,3 miliar halaman internet yang diindeks oleh Google. (N2H2/Secure Computing Corp.)
Usia rata-rata seorang anak pertama kali melihat pornografi internet ialah 11 tahun. (Family Safe Media http://www.familysafemedia.com/pornography-statistics.html) Ternyata 70% remaja bersentuhan dengan pornografi di internet secara tidak sengaja saat mengakses internet untuk keperluan lain. (Kaiser Family Foundation) "Laporan-laporan mesin pencari kami menunjukkan kenyataan yang mengkhawatirkan. Lebih dari 99% hit pada situs kami adalah mereka yang mencari pornografi, banyak yang mencari pornografi anak-anak. Kenyataan itu memberi kami inspirasi untuk proyek Intervensi Internet. Ini adalah sebuah jaringan komputer, yang menjadi pengelola ratusan situs, yang akan langsung menghubungkan setiap pencari pornografi anak ke sebuah Intervention Help Site."
Tonya Flynt Foundation, sebuah situs anti-pornografi. Tonya Flynt adalah anak perempuan Larry Flynt, tokoh pornografi Amerika yang sudah tercemar namanya di manamana.
Taktik-taktik internet porno
Para penyebar pornografi (pornografer) menyembunyikan identitas situs mereka dengan menggunakan nama-nama merek terkenal seperti Disney, Barbie, ESPN, dan lainnya, untuk menjebak anakanak. (Cyveillance Study)
Pornografi anak
Lebih dari 20.000 gambar pornografi anak diluncurkan ke internet setiap minggunya. Sebuah industri multimiliar Uang yang berputar di industri pornografi setiap tahunnya sekitar US$12 sampai US$13 miliar - melebihi pemasukan yang diterima Coca-Cola digabung dengan perusahan pabrik pesawat McDonnell Douglas corporations. Hiburan pornografi di internet merupakan sektor ketiga terbesar dalam hal penjualan melalui internet, dengan pemasukan diperkirakan mencapai US$100 juta. Setiap tahun, industri ini berkembang sekitar US$10 miliar, menurut perkiraan terendah.
Pornografi di film-film
Orang Amerika menyewa 800 juta keping video dan DVD porno setiap tahunnya, dibandingkan dengan 3,6 miliar video non-porno. Hollywood menghasilkan 400 film per tahun. Industri porno menghasilkan 11.000 film per tahun. (Adult Video News)
Hits situs porno
Situs Playboy dikunjungi sebanyak 4,7 juta (hits) kali setiap minggunya. (Promise Keepers website)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar