Banjarmasin-RoL-- Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Selatan, Ir.Hj.Hayatun Fardah Rudy Ariffin berpendapat,belajar Al Qur'an sejak dini atau sejak bayi dalam kandungan memiliki nilai strategis menyiapkan generasi Qur'ani dimasa mendatang.
"Generasi Qur'ani yang telah dibentengi dengan Al Qur'an itu diharapkan mampu menyelamatkan peradaban dunia dimasa mendatang," tandasnya dalam sambutan tertulis dibacakan, isteri Sekdaprov Kalsel, Dra.Hj.Jauhar Manikam Muchlis Gafuri, di Banjarmasin, Minggu.
Sambutan Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel selaku pembina Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al Qur'an (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalsel itu disampaikan saat membuka pelatihan mengajar Al Qur'an bayi dalam kandungan.
Pelatihan pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan yang mendatangkan pelatih dari Ambarawa, Jawa Tengah (Jateng) ini terselenggara atas kerjasama LPPTKA BKPRMI Kalsel dengan Tim Penggerak PKK Kalsel.
Karena itu, kata Hayatun Fardah, melalui pelatihan pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan oleh Drs.Mustofa AY bersama isterinya di Kalsel ini diharapkan mampu memberikan pengalaman dan pendidikan pada anak sejak dini untuk belajar dan mencintai Al Qur'an.
Menurut Hayatun Fardah, belajar Al Qur'an sejak usia dini sangat penting sebagai tonggak awal untuk membentengi anak sejak dini dari pengaruh peradaban dunia atau globalisasi yang tidak sesuai dengan akidah Islam.
Diharapkan dengan upaya tersebut, anak-anak di Indonesia terutama di daerah ini
tidak ikut-ikutan larut dalam sikap yang negatif dan bertentangan dengan akidah Islam akibat terpengaruh globalisasi.
Dia mengatakan, kegiatan pelatihan pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan ini sejalan atau sinergi dengan program pemberantasan buta huruf Al Qur'an yang sedang dilakukan LPPTKA BKPRMI Kalsel.
Secara terpisah, Pengasuh Nasional LPPTKA BKPRMI, H.Chairani Idris berharap, pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan dalam rangka menyiapkan generasi Qur'ani guna menyongsong masa depan gemilang akan menjadi gerakan nasional seperti gerakan TKA BKPRMI.
Menurut Chairani, umat Islam yang mengajarkan Al Qur'an terhadap bayi dalam kandungan dengan menggunakan metode Assalam ini adalah mereka yang merindukan anak atau generasi shaleh dan shalehah dimasa mendatang.
Untuk gerakan TKA BKPRMI, kata Chairani, Kalsel masih sebagai percontohan di Indonesia dan hal ini hendaknya bisa dipertahankan dan sampai saat ini sudah mampu membebaskan anak sekitar 20 persen warga Kalsel dari buta huruf Al Qur'an.
Ketua Panitia Pelaksana, M.Tarsyi T, A.Ma.Pd, melaporkan, pelatihan ini dihadiri sekitar 285 orang yang berasal dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala (Batola), Kotabaru, Tanah Bumbu (Tanbu), Tabalong, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).antara/mim
Sumber:
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=233068&kat_id=23
Tidak ada komentar:
Posting Komentar